empty
 
 

18.06.202602:13:11UTC+00Saham Hong Kong Turun untuk Sesi Ketiga

Indeks Hang Seng turun 360 poin, atau 1,5%, menjadi 23.950 pada hari Kamis, menandai sesi penurunan untuk ketiga kalinya berturut-turut dan penutupan terendah sejak Juli 2025. Pelemahan ini terjadi ketika para investor mengurangi eksposur risiko setelah Federal Reserve mengambil sikap yang lebih hawkish, mengisyaratkan bahwa pengetatan kebijakan tambahan mungkin masih diperlukan untuk menjinakkan inflasi.

Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi mendorong kenaikan imbal hasil Treasury dan menguatkan dolar, sekaligus membebani Wall Street semalam dan merusak sentimen di pasar Asia. Di Hong Kong, Monetary Authority mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di 4,0%, sejalan dengan keputusan The Fed untuk menahan suku bunga.

Investor juga tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai prospek ekonomi global dan potensi dampak dari periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan terhadap laba perusahaan dan arus modal lintas negara. Saham sektor keuangan, teknologi, ritel, dan energi memimpin penurunan, dengan pelemahan mencolok pada Kingboard Laminates (-4,3%), Pop Mart (-3,4%), Xiaomi (-2,5%), SMIC (-1,9%), dan Tencent (-1,2%).

  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $1000 lebih banyak!
    Pada Juni kami mengundi $1000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS


Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback